Permainan itu sangat menguras tawa. Para pendeta emeritus, pendeta dan calon pendeta, muda dan tua sibuk sekali mengememasi sejumlah barang yang diinstruksikan. Mulai dari colar, jaket, hingga yang paling unik semisal ikat rambut, KTP seumur hidup, kaus kaki sebelah kanan bahkan hingga empat helai uban. Tidak semua bahan ternyata dapat disediakan oleh tiap kelompok di permainan yang bertajuk Shopping Day itu.

Permainan ini menjadi gambaran bagaimana kebersamaan ditunjukkan oleh pendeta se-GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Di tengah kesibukan pelayanan, momen ini menjadi hal yang begitu menyegarkan. Acara konven berlangsung selama Senin sore hingga Rabu siang (29/4-1/5) di The Forest Resort Hotel and Convention Hall, Pamoyangan, Bogor Selatan.

Meski banyak diisi oleh kebersamaan dan penyegaran, konven ini tetap mengangkat tema esensial. GKI 5.0 menjadi topik yang diangkat dalam konven kali ini. Ada kebulatan tekad untuk selangkah lebih maju mendahului dinamika sekitar. Perubahan yang begitu pesat terjadi secara global maupun lokal adalah hal yang mesti disikapi oleh gereja. Entah itu perubahan lewat revolusi digital, maupun situasi sosial-politik yang penuh kejutan.

Kami belajar kalau hanya sekedar mengikuti perubahan gereja akan selalu ketinggalan. Kita mengingat pesan Rasul Paulus di Roma 12. Gereja tidak boleh hanya mengikuti bentuk (conform) dunia, tapi juga harus ikut mengubah (transform) dunia. Mewarnai perubahan itu sendiri atau berkontribusi terhadap perubahan,” komentar Pdt. Yedi Otniel terhadap tema dan bahasan konven.

GKI Sinode Wilayah Jawa Barat memang tengah mengupayakan sikap reflektif di tengah perkembangan kondisi masyarakat Indonesia belakangan ini. Terutama selepas pesta demokrasi yang berlangsung di Indonesia. Semangat untuk rekonsiliasi, merangkul yang berbeda sebagai saudara sebangsa adalah hal yang begitu ditekankan dalam situasi seperti ini. Pesan itu pun dirangkum dalam video bertajuk Kita Indonesia, yang berisi ajakan rekonsiliasi dan membangun bersama Indonesia.

Perubahan yang drastis bukan berarti harus dimaknai melulu dengan sikap rekatif atau semangat meninggalkan yang lain. Justru semakin menantang gereja untuk berkolaborasi dan berkontribusi. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.