Kebaktian pembuka itu berlangsung sederhana. Pdt. Rinto Tampubolon memimpin kebaktian tersebut mewakili GKI Taman Aries selaku majelis penerima Persidangan Majelis Klasis (PMK) GKI Klasis Jakarta Barat kali ini. Pdt. Rinto dalam khotbah singkatnya membahas konsepsi gereja terkait liquid church dan dibandingkanya dengan solid church. Ia mengajak peserta persidangan agar menghayati panggilan berjemaat dengan gaya yang dinamis, meski tak melupakan hal-hal fundamental.

Khotbah itu merupakan pembuka untuk acara sepanjang Jumat-Sabtu (21-22/6). Dimana sebelas jemaat GKI yang tergabung di Klasis Jakarta Barat menggelar persidangan klasis di Aula Kampus UKRIDA Tanjung Duren, Jakarta.

Ini merupakan persidangan ke-29 bagi klasis Jakarta Barat. Mereka merupakan klasis kedua di GKI SW Jawa Barat yang menggelar persidangan di tahun ini, setelah Klasis Jakarta Utara. PMK kali ini menggelar empat sidang pleno serta sekali persidangan seksi.

Sejumlah agenda rutin menjadi pembahasan di persidangan kali ini. Diantaranya materi dari BPMSW GKI SW Jawa Barat, presentasi LKK, pengankatan perutusan ke PMSW, serta persidangan seksi. Ada pula sesi penyampaian informasi dari sejumlah badan layanan GKI seperti dari BPK Penabur, UKRIDA, KKSW, KAUM, PPK Tabitha, PW Hana, Gerakan Kebangsaan Indonesia, YEC, UK Maranatha dan Griya Kesehatan Indonesia.

Persidangan ini dimulai sejak Jumat Sore dan berakhir pada Sabtu Sore. Ada sekitar 150 peserta dan peninjau yang menghadiri persidangan. Mereka berasal dari tiap jemaat GKI anggota klasis Jakarta Barat, para pengurus komisi-komisi di Klasis, utusan dari klasis-klasis lain, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI, serta badan-badan pelayanan.

Persidangan kali ini terbilang singkat jika dibandingkan dengan PMK Jakarta Barat sebelumnya. Meski demikian, bahasan-bahasan strategis yang ada tetap dibahas serius oleh peserta persidangan. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.