Kisah itu dimulai 69 tahun silam. Saat badan pendidikan dari gereja Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) Khu Hwee Djawa Barat diresmikan di notaris pada 19 Juli 1950. Saat itu, lembaga pendidikan ini telah memiliki sekolah yang tersebar di Jakarta, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Jatibarang dan Indramayu. Lembaga yang kemudian bernama BPK Penabur ini pun terus berkembang. Sekarang, badan pendidikan ini hadir di lima belas kota yang ada di Jawa bagian Barat dan Sumatera.

Sebagai bagian dari kisah paling awal BPK Penabur, BPK Penabur Jakarta juga menghayati perjalanan panjang itu dengan semangat yang dinamis. Terutama menghadapi revolusi industri 4.0 yang menghasilkan disrupsi dalam banyak bidang. Hal yang tentunya menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.

BPK Penabur Jakarta berkomitmen membentuk anak-anak muda yang tidak hanya berkarakter, tapi juga tangguh dan mampu bersaing di era disrupsi dengan berlandaskan iman Kristiani,” demikian diungkap ketua BPK Penabur Jakarta, Antono Yuwono, dalam keterangan tertulisnya menyambut ulang tahun ke-69 BPK Penabur hari ini, Jumat (19/7).

Keseriusan lembaga pendidikan ini dalam menghasilkan generasi yang tangguh, kiprahnya mendunia, berbagi dengan masyarakat serta mengandalkan Tuhan dalam tiap aspek kehidupan, dirangkum dalam fokus BEST (Be tough, Excel worldwide, Sharing with society, Trust in God).

Bagi BPK Penabur Jakarta, generasi BEST itu dapat dihasilkan lewat proses pembelajaran yang inovatif seperti penerapan metode Project Base Learning, Computanional Thinking, 4C (Communication, Collaborative, Critical thinking and problem solving, serta Creativity and innovation), sehingga peserta didik menjadi pembelajar seumur hidup. Tidak kalah penting diterapkan pula pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Kristiani.

Saat ini BPK Penabur Jakarta menaungi 80 sekolah dengan lebih dari 32.000 peserta didik. Dengan perkembangan yang sedemikian, BPK Penabur Jakarta juga mendukung tema besar BPK Penabur yang mengupayakan perubahan dengan semangat peduli dan berbagi. Semangat itu akan diwujudkan lewat karya BPK Penabur Jakarta ke sejumlah lembaga pendidikan di daerah.

Ketua umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi merangkum tema besar itu dengan menegaskan bahwa BPK Penabur memang sudah semestinya mengambil peran yang lebih maju sebagai lembaga pendidikan Kristiani.

Bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, kotanya sendiri atau sekolahnya sendiri. Tapi BPK Penabur harus berani mengambil tanggung jawab untuk menjadi rumah besar dengan jangkauan lebih luas, sehingga menjadi lembaga pendidikan yang semakin peduli dan berbagi,” ungkapnya. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.