Anugerah demi anugerah, itu tidak hanya bicara soal masa lalu. Tapi dalam kepenuhan hidup bersama Tuhan, kita akan mengalami pertumbuhan. Dari kasih karunia yang satu ke kasih karunia berikutnya. Dari mujizat yang satu ke mujizat berikutnya.

Rev. Dr. Joshua Ting menyampaikan refleksi yang didasari pada ayat Yohanes 1:16, yang menjadi tema kebaktian. Lewat khotbahnya, ia mengajak jemaat GKI Anugerah untuk tetap setia mengalami dan mengerjakan proses pemuridan dalam jemaat, sebagai bentuk penghayatan mereka akan anugerah demi anugerah yang telah dikaruniakan Tuhan.

Kebaktian pada Selasa malam (16/7) itu adalah bagian sekaligus pembuka rangkaian perayaan syukur 70 tahun GKI Anugerah, Bandung. Gereja yang tergabung dalam lingkup GKI Klasis Priangan itu mengunggah rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam sejumlah rangkaian acara.

Awalnya kita memang tidak terlalu mempersiapkan momen ulang tahun ke-70 ini,” ungkap Ketua Majelis Jemaat GKI Anugerah, Pnt. Kurdijanto Harsono. “Tapi waktu kita sama-sama menggali kitab Ezra, yang menceritakan soal bangsa Israel yang kembali setelah 70 tahun pembuangan di Babel, kita merasa perlu refleksi khusus. Seperti bangsa Israel yang dibawa ke dalam tahapan baru, ada tahapan anugerah dari anugerah yang perlu kita reflesikan dan syukuri,” lanjutnya.

Pnt. Kurdijanto menjelaskan ada serangkaian acara yang dilangsungkan dalam minggu ini. Selain kebaktian syukur yang telah berlangsung, ada Leader’s Table Talks pada Rabu pagi (17/7) serta Kebaktian Pemupukan Rohani (KPR) di Rabu dan Kamis malam. Ketiga kegiatan tersebut dikerjakan bersama Rev. Dr. Joshua Ting, yang merupakan Sekretaris Jenderal Chinese Coordination Center of World Evangelism (CCCOWE).

Rasa syukur jemaat GKI Anugerah tergambar dalam kebaktian di malam itu. Rangkaian paduan suara lintas generasi, merenungkan kembali karya penebusan Tuhan serta perjalanan panjang jemaat ini sejak tahun 1949. Rasa syukur yang semakin menyadari bahwa nama “Anugerah” bagi jemaat ini bukan sekedar kebetulan. Namun sebuah pengakuan iman, bahwa kita hanya bisa bertumbuh dalam anugerah Tuhan. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.