Ini satu upaya yang baik buat klasis Jakarta Timur, kita mencoba untuk efektif bersidang dalam sehari. Kalau berhasil, itu bisa dianggap prestasi, kalau belum terlalu berhasil ya dicoba lagi.

Komentar itu mengawali khotbah Pdt. Joseph Go Tiong Ham dalam kebaktian pembuka di Persidangan Majelis Klasis (PMK) GKI Klasis Jakarta Timur. Pendeta di GKI Agus Salim, Bekasi itu mengajak para peserta persidangan untuk terus menggumuli tema besar yang selama bertahun-tahun menjadi fokus bahasan persidangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, yaitu Tuhan Mencipta, Manusi Turut Serta.

Sepanjang tahun-tahun ke belakang, kita telah berkali-kali membahasnya dalam berbagai tantangan pergumulan jemaat. Kita perlu terus menggali apa yang menjadi panggilan bersama ini,” ungkap Pdt. Joseph.

Persidangan klasis Jakarta Timur kali ini memang hanya berlangsung sehari, Sabtu (6/7). Mengambil tempat di BPK Penabur Sumarecon Bekasi, dengan GKI Agus Salim sebagai jemaat penyambut. Efektivitas pembahasan ini bisa terwujud berkat pra persidangan yang sudah cukup rampung membahas sejumlah pokok permasalahan.

Ketua BPMK GKI Klasis Jakarta Timur, Pdt. Omo Hasim, menjelaskan ada dua pergumulan spesifik yang kini tengah didalami bersama di Klasis Jakarta Timur. “Ini terkait soal karya yang memberi kehidupan, yang selama ini sering kita singgung,” ungkap Pdt. Omo saat membuka sidang. “Kita secara bersama-sama mengupayakan bantuan untuk melayani GKI Melur, serta kita juga bersyukur karena komisi pemuda Klasis sudah berdiri setelah bertahun-tahun dirintis lewat Pokja.

PMK kali ini merupakan persidangan ke- 30 untuk klasis yang beranggotakan 14 jemaat ini. Semua pembicaraan dalam sidang merupakan sesi pleno, mengingat persidangan seksi di pra-PMK telah cukup rampung dalam menghasilkan keputusan. Dihadiri sekitar 200-an peserta, persidangan berlangsung efektif dan terbilang sangat tepat waktu. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.