Sabtu (12/10) GKI Bungur, Jakarta menjadi tempat digelarnya persidangan majelis klasis (PMK) ke-51 GKI Klasis Priangan. PMK kali ini merupakan persidangan khusus dalam rangka percakapan gerejawi atas diri Pnt. Anthonius Widjaja dari GKI Duta Mas Batam.

Dalam persidangan ini, Pnt. Athonius Widjaja mempresentasi dua buah makalah, terkait ajaran dan tata gereja. Makalah pertama mengenai ajaran GKI berjudul: Kemuridan Kaum Muda Masa Kini. Pdt. Andy Gunawan, Sekretaris Umum BPMK Klasis Priangan memandu percakapan ini. Dalam makalahnya ini Pnt. Anthon menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi gereja masa kini dalam menjangkau kaum muda. Serta mengunggah ide bagaimana konsep pemuridan bisa diterapkan dengan relevan bagi generasi masa kini.

Sementara itu makalah kedua mengenai tata gereja GKI berjudul: Sikap Gereja Terhadap Pernikahan Adat Tionghoa. Penyajian makalah ini dipandu oleh Pdt. Suta Prawira.

Persidangan ini dihadiri sekitar 120 orang yang merupakan perutusan dari BPMS GKI, BPMSW GKI SW Jawa Barat, delapan BPMK di lingkup GKI SW Jawa Barat serta para peserta peninjau. Lewat presentasi dan tanya jawab yang terbilang panjang, Pnt. Anthonius Widjaja dinyatakan layak untuk dipendetakan.

GKI Duta Mas Batam, merupakan jemaat GKI yang resmi dilembagakan sejak 4 Oktober 2005. Berawal dari misi pelayanan di Riau sejak 1992, kemudian menjadi binaan dari GKI Kanaan, jemaat ini terus bertumbuh menjadi berkat buat warga masyarakat di kota administratif khusus di Kepulauan Riau itu.

Dalam perjalanan panjang tersebut, kebutuhan akan pengerja penuh waktu adalah hal yang terus menjadi pergumulan. Para pengerja yang terus muncul dan beregenerasi adalah hal yang kian diperlukan di tengah kian banyaknya tantangan yang dihadapi di zaman ini. Maka, proses demi proses untuk menghadirkan pekerja baru, seperti pada percakapan gerejawi kali ini, adalah hal yang patut disyukuri.

Kontributor: Yogi Fitra

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.