Advent memang merupakan masa penantian akan kedatangan. Gereja memaknainya dalam konteks ganda: dalam konteks masa mendatang itu berarti mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan Kristus kembali, dalam konteks sekarang mempersiapkan diri dalam menyambut dan memaknai kembali Natal, momen kelahiran Kristus di dunia.

Kedua pemaknaan ini adalah persiapan akan kedatangan Kristus, yang telah dan yang akan. Keduanya biasa diagendakan dalam bentuk-bentuk perayaan liturgis. Lilin advent, stola dan mimbar berwarna ungu, adalah contoh-contoh simbolik dari perayaan Advent.

Namun, bukankah Yesus pernah pula mengungkap bahwa bukankah ia pun juga hadir dan datang dalam diri sesama kita yang membutuhkan? (Matius 25:35-40). Itu adalah kedatangan-Nya yang bukan hanya di masa lalu, bukan pula sekedar di masa datang, tapi di masa kini dan sangat mungkin kita jumpai.

Perenungan itulah yang jadi dasar kegiatan kunjungan komisi Anak GKI Pengampon, Cirebon pada awal minggu Advent lalu (1/12). Awal tahun liturgis itu dipakai sebagai momen agar anak-anak bertemu dengan sesamanya. Rekan-rekan mereka yang mewakili kehadiran Kristus dalam wajah yang lain.

Dua puluhan anak sekolah minggu ini bersama para guru sekolah minggu berkunjung ke Panti Asuhan Beringin Bhakti, Cirebon. Panti asuhan ini terbilang merupakan salah satu panti yang paling awal dibangun dengan swadaya di Cirebon.

Lewat dongeng boneka dan aneka permainan, anak sekolah minggu, guru-guru serta rekan mereka di panti berbagi keceriaan. Meski sederhana, tapi semuanya larut dalam kebersamaan. Pagi dan siang itu pun jadi terasa amat singkat.

Sangat senang melihat keceriaan anak-anak dalam bermain dan berteman dengan teman-teman yg baru mereka kenal. Terimakasih Tuhan untuk hari yang indah,” ungkap Elies Hiryasanti, salah seorang guru sekolah minggu.

Elies menyadari apa yang diberikan bagi panti asuhan ini bukan hal yang begitu besar. Justru anak sekolah minggu yang beroleh kesempatan untuk mengenal dan belajar lebih jauh, melihat wajah Kristus dalam diri sesamanya, melampaui batas-batas yang selama ini membentengi. **arms

Foto: Elies

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.