Selasa malam (24/12) suasana di gedung gereja GKI Cicurug sangat penuh. Jemaat yang hadir memenuhi hingga balkon. Ada lebih dari 500-an orang yang datang dalam ibadah Malam Natal yang dimulai sejak petang hari itu. Tidak hanya jemaat yang biasa hadir tiap Minggu, ibadah kali ini juga diikuti sejumlah kerabat dan simpatisan.

Dipulihkan untuk Memulihkan menjadi tema yang diangkat dalam kebaktian ini. Samuel, menjadi pelayan firman menjabarkan nats Alkitab dari Lukas 2:1-20. Dalam khotbahnya sarjana teologi lulusan STFT Jakarta ini mengajak jemaat untuk merefleksikan pengalaman para gembala saat mendengar kabar kelahiran Kristus.

Para gembala tidak hanya mengalami pemulihan dan pengalaman spiritual yang indah saat mereka bertemu malaikat dan bayi Yesus. Namun Injil Lukas mencatat mereka menjadi orang yang juga mengabarkan kabar suka cita itu kepada orang lain,” ungkap Samuel.

Bagian akhir dari perikop ini menceritakan bagaimana orang lain menjadi heran dan kagum atas kabar yang diberitakan kaum gembala. “Orang-orang yang tidak terlalu dipandang dalam masyarakat, berubah menjadi mereka yang berani dan mengubahkan hidup orang lain,” lanjutnya.

Perubahan inilah yang diharapkan juga dialami oleh tiap jemaat yang merayakan Malam Natal. Meski banyak kesusahan yang dihadapi, kita dapat bersama meneladani para gembala untuk mengalami pemulihan dan menyalurkannya pada sesama.

Bagi GKI Cicurug sendiri perayaan Malam Natal menjadi momen yang tersendiri. Menyadari bahwa banyak warga jemaat yang merupakan perantau dan tak jarang merindukan suasana Natal di kampung mereka, setiap malam Natal biasanya warga jemaat diminta memakai pakaian daerah masing-masing. Demikian pula pada saat perayaan Natal gereja, setiap warga jemaat dari segala usia merayakannya bersama-sama.

Tradisi ini menjadi nuansa khas Natal di GKI Cicurug, seraya menegaskan bagaimana gereja ini adalah juga rumah bagi seluruh warganya. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.