Sejak hari Minggu lalu (22/12), ada sentuhan yang berbeda di GKI Kebonjati, Bandung. Di minggu advent keempat itu, tampak selasar tengah ruangan dijadikan layaknya album foto besar. Di dalamnya terpampang kisah-kisah yang menceritakan perjalanan panjang 95 tahun keberadaan jemaat ini.

Selepas kebaktian, warga jemaat cukup banyak yang tinggal memandangi foto-foto itu. Baik mereka yang berasal dari generasi yang lebih dewasa, maupun mereka yang masih muda. Tampak tiap jemaat mencoba mengenali sekaligus saling bertanya apa saja kisah di balik foto yang cukup banyak masih berformat hitam putih itu.

Tema Ecclesia in Transitu, Gereja di tengah perubahan atau transisi zaman, merajut setiap foto. Rencananya foto-foto ini akan tetap dipajang hingga minggu nanti (29/12). Itu artinya selama perayaan Natal, jemaat dan simpatisan masih dapat terus menelisik kilasan sejarah gereja yang merupakan satu jemaat tertua di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat ini.

Sebagaimana diketahui, keberadaan GKI Kebonjati telah dirintis sejak baptisan pertama bagi warga Tionghoa di kota Bandung pada 1888. Hingga akhirnya membentuk majelis jemaat yang mandiri pada Maret 1920 dan kemudian menyelenggarakan kebaktian sendiri pada Hari Natal tahun 1924. Tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi gereja yang terletak di Jl. Kebonjati No. 100 ini.

Pergumulan jemaat yang semakin bertambah tua dalam usia ialah apakah ia akan menjadi museum ataukah menjadi laboratorium,” ungkap Pdt. Jotje Karuh, mengunggah refleksi perjalanan jemaat ini. “Sebuah jemaat dapat menjadi museum ketika orang melihatnya hanya sebagai bukti sejarah dan mengenang masa jayanya. Tidak lagi hadir secara konkrit memberikan kontribusi positif bagi umat dan konteks di mana ia berada.

Namun, Pdt. Jotje meyakini GKI Kebonjati dapat terus bertumbuh sebagai laboratorium yang terus bereksperimen relevan dengan zaman. Apalagi ciri yang paling menonjol sejak awal perkembangannya adalah partisipasi aktif anggota jemaatnya.

Maka, gereja di tengah perubahan zaman pun, tidaklah sekedar dimaknai sekedar sebagai pameran foto yang mengenang dan mempelajari masa lalu. Tapi ruang aktif untuk terus berkarya, mencoba mengerjakan kebaikan di tiap transisi zaman.

Secara simbolis itu pun ditampilkan dalam pojok kecil di pameran bertajuk: “Saya adalah bagian dari kisah gereja ini.” Pojok itu tak lain adalah ruang selfie, menaruh foto tiap warga jemaat dalam kisah bersama ini. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.