Free Angkringan.” “Bring your own tumbler.” Jangan ragu mengajak anak Anda, karena ada arena bermain.”

Nampaknya seruan itu sudah menjadi hal yang mulai dibudayakan dalam tiap pertemuan Dewasa Muda GKI Agus Salim, Bekasi. Seperti yang terjadi pada Sabtu (30/11) saat mereka menggelar talkshow dan acara kebersamaan. Ruang untuk menyesuaikan cara hidup diupayakan terus dilakukan, sebagaimana muncul tantangan dan kebutuhan di zaman ini.

Sikap korektif seperti itu pula yang dicoba gagas lewat tema pertemuan kali ini. Bahasan tentang media sosial dan kegilaan zaman digital, merupakan ruang refleksi sekaligus koreksi yang mumpuni. Dipantik lewat materi pembahasan yang disampaikan Alois Wisnuhardana, sekitar 30-an warga persekutuan dewasa muda seru mendiskusikannya sejak sore hingga maghrib.

Warga dewasa muda GKI Agus Salim boleh dibilang memang merupakan generasi peralihan. Mereka umumnya adalah keluarga baru, yang sempat merasakan teknologi analog lalu berpindah ke dunia digital. Lantas, saat ini mereka berhadapan dengan anak-anak yang sepenuhnya lahir di era digital.

Alois Wisnudharma berbagi tentang perkembangan pesat yang kadang tidak disadari namun telah dipakai itu. “Kegilaan zaman ini, salah satunya ditandai oleh makin matangnya teknologi media sosial dan ekosistem pendukungnya. Gordon Moore, praktisi bisnis teknologi Amerika pernah menyampaikan bahwa kecepatan teknologi pemroses data melipat dua setiap 18 bulan,” ungkap Alois.

Asisten Jubir dan Stafsus Kepresidenan itu menegaskan bahwa dalam dunia yg seperti itulah manusia sekarang harus mau dan mampu beradaptasi. Pelan tapi pasti, mental dan psikologi manusia berubah. Cara berpikirnya juga. Cara bekerjanya apalagi. Ada yang gradual, tapi tak sedikit yang mengguncang tiba-tiba. Ini semua menuntut kita harus menghayati kembali makna hidup dan kemanusiaan.

Dalam tanya-jawab, bahasan reflektif ini menjadi perbincangan yang seru. Harus diakui kita terkadang lalai mengevaluasi sejauh mana kita telah berubah karena teknologi digital. Pembahasan seperti ini tentu semakin dirasakan urgensinya, apalagi saat menghadapi celah antar generasi. Perubahan yang kian cepat menuntut kita untuk awas dan beradaptasi.

Pertemuan seperti ini merupakan wadah bagi GKI Agus Salim untuk layanan khusus bagi kaum dewasa muda di tengah tantangan zaman. Harus diakui, di sejumlah gereja segmen dewasa muda kadang tidak memperoleh layanan yang mumpuni. Apalagi di tengah kesibukan kerja dan mengurus keluarga. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.