Ada sebuah buku berjudul Manusia Digital yang menceritakan tentang perubahan zaman manusia dari dulu hingga sekarang. Digambarkan bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah cara kita berbicara, berdagang dan bertransaksi, serta adanya transformasi yang meliputi seluruh lapisan kehidupan dunia.

Buku ini juga mengatakan bahwa di masa sekarang era disrupsi terjadi di berbagai bidang. Oleh karena itu manusia zaman sekarang harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman sekarang.

Penciptaan mesih uap pada akhir abad ke-18 menyebabkan terjadinya revolusi industri. Revolusi industri ini menyebabkan perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, teknologi dan memiliki dampak yang mendalam terhadap segala aspek kehidupan dunia.

Saat ini kita sedang menghadapi revolusi industri keempat yang dikenal dengan revolusi industri 4.0. Revolusi ini terjadi di era inovasi disruptif, dimana era ini berkembang sangat begitu pesat, sehingga membawa dampak terciptanya pasar baru, bahkan lebih dahsyatnya lagi, era ini mampu mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, menggantikan teknologi yang sudah ada.

Kalau definisi disrupsi dikaitkan dengan perubahan, disrupsi bisa diartikan sebagai perubahan yang mendasar atau fundamental. Perubahan yang terlihat sangat nyata adalah berkembang pesatnya dunia maya dalam segala aspek kehidupan manusia.

Hampir bisa dikatakan, setiap manusia yang ada di dunia ini mempunyai jejak digital. Pada era disrupsi ini, apakah keluarga, para pendidik, gereja siap menghadapi tantangan zaman? Atau menolak segala hal yang berbau digitalisasi? Revolusi industri 4.0 memiliki slogan “yang cepat dapat memangsa yang lambat” sudah bukan lagi “yang besar memangsa yang kecil”.

Ini berarti diperlukan sebuah kecepatan dalam bertindak saat menghadapi tantangan zaman ini. Jika dunia pendidikan tidak mempersiapkan naradidiknya, maka mereka akan terlempar dari persaingan. Ataupun jika gereja, tidak dengan cepat tanggap menghadapi tantangan zaman, bisa saja gereja akan ditinggalkan kaum muda karena dianggap tidak memberikan dampak dalam kehidupan mereka.

Untuk bisa menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, harus disiapkan pula berbagai aspek yang mendukungnya. Aspek pendidikan memiliki peran yang besar untuk membentuk karakter, budi pekerti, agama, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Maka dari itu, bisa dibilang tonggak keberhasilan generasi milenial untuk menghadapi revolusitersebut dimulai dari para pendidik di setiap jenjang.

Para pendidik harus bisa meninggalkan pola pembelajaran lama diganti dengan pola pembelajaran kekinian yang bisa melahirkan generasi-generasi tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. Karena itu, memang sudah seharusnya para pendidik menjadi insan pembelajar di mana mereka harus bisa menerima, beradaptasi, dan mengikuti perubahan zaman, sebagai bagian dari pelayanan untuk pendidikan di Indonesia ini.

Menghadapi tantangan zaman sekarang, ada lima kemampuan yang perlu diperhatikan di dalam pelayanan pendidikan di era digital ini yaitu kemampuan untuk beradaptasi, berkolaborasi, memecahkan masalah (problem solving), memimpin (leadership) serta menciptakan kreativitas dan inovasi.

Adalah tugas dan tanggung jawab gereja dan dunia pendidikan untuk mempersiapkan setiap orang untuk menghadapi tantangan zaman, dengan tetap beriman kepada Kristus.

Penulis: Pdt. David Roestandi (GKI Kota Wisata)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.