Ada cita-cita besar saat para tokoh gereja seperti J. L. Ch. Abineno, Uripto Widjaya, Ny. Pouw Houw Tjiang, Ny. J. M. Rumambi, J. Suwarno, D. Sutedja Swandjaja, F. Pattiasina, O. E. Engelen, Pdt. C. Suleeman dan Pdt. Lukito Handoyo bersepakat untuk menambah satu lagi perguruan tinggi Kristen di era 1960-an. Pendirian kampus ini dianggap sebagai wujud kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa.

GKI Jawa Barat waktu itu sangat antusias mendukung prakarsa ini. Selain karena para penggagasnya sebagian besar adalah anggota Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat (GKI Jabar), gereja ini pun melihat betapa kebutuhan akan munculnya intelektual dan profesional Kristen di sejumlah bidang masih sangat kurang.

Dukungan itu pun mewujud lewat keputusan persidangan Majelis Sinode GKI Jawa Barat ke-23 (15 September 1965), yang memutuskan pendirian Universitas Kristen Djaya, dengan Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat (BPK Jakbar) sebagai pengelolanya. Hal yang kemudian mewujud resmi pada 20 Januari 1967.

Perubahan nama pada 8 Februari 1992 dari Universitas Kristen Djaya resmi berganti nama menjadi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) – juga merupakan bagian dari perjalanan kampus yang kini tengah menapaki tahun ke-53 dalam pelayanannya.

Arti kata krida adalah karya, sedangkan wacana dimaknai sebagai kata, yang dalam teologi Kristen amat lekat maknanya dengan berarti Firman Tuhan. Dalam hal ini, nama krida wacana melambangkan tekad besar agar kampus berkarya dalam firman Tuhan, sekaligus mewujudkan firman itu dalam karya nyata di bidang pendidikan.

Itu pula yang tergambar, saat ulang tahun kampus ini diperingati pada Senin lalu (20/1). UKRIDA mengawali seluruh rangkaian acara dengan menggelar ibadah syukur bertempat di Kampus II Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Renungan firman yang dibawakan oleh Pdt. Robby Chandra mengangkat tema Leadershift: Inspire and impact together to build a prosperous society. Tema ini menyoroti perubahan besar yang perlu diemban oleh para pemimpin, termasuk pemimpin di layanan pendidikan, untuk menginspirasi dan bersama memberikan dampak demi membangun masyarakat yang sejahtera.

Tema ini menegaskan harapan UKRIDA untuk mewujudkan peran sebagai institusi pendidikan yang dapat terus memberikan dampak yang positif baik secara akademik maupun spritualitas, dalam pembangunan di tengah-tengah masyarakat.

Orasi ilmiah dari Ivan Tanra, B.Eng, Ph.D juga memberi penekanan senada. Dosen di Program Tenik Elektro UKRIDA itu mempresentasikan tema terkait berinovasi melalui riset interdisipliner. Menurutnya institusi pendidikan di zaman ini sangatlah penting untuk terus berinovasi dalam riset yang dibuat agar mampu menjawab tantangan masa depan. Riset akan semakin bermakna apabila dilakukan dari berbagai cabang ilmu.

Sisi pengabdian pada masyarakatpun terwakili dalam momen ini, saat UKRIDA memberikan penghargaan pada Unit Kegiatan Mahasiswa Palada (Pecinta Alam UKRIDA). Seperti kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun ini bajir menggenangi sekitaran Jakarta. Selama itu pula Palada turut membantu warga mulai dari evakuasi hingga pendistribusian makanan.

Bertambahnya usia UKRIDA berharap dapat terus menghasilkan pemimpin-pemimpin yang mampu berinovasi dalam memberikan dampak pada masyarakat.

Sumber: Humas UKRIDA

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.