“Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”

(Kejadian 45:5)

Dalam film Finding Nemo, Dory seekor ikan teman Nemo mengatakan ia menderita short term memory loss. Dalam hitungan menit ia akan segera lupa kejadian sebelumnya. Banyak juga  yang mengatakan ikan emas adalah ikan yang memorinya hanya dapat bertahan beberapa menit, namun ada penelitian yang menegaskan memori ikan emas dapat bertahan selama 3 bulan. Paling tidak kita melihat ikan tidak dapat mempunyai kenangan dalam waktu lama.

Bagaimana dengan manusia? Manusia jelas sekali berbeda dengan ikan. Manusia mempunyai kemampuan untuk mengingat dan menyimpan kejadian-kejadian dalam kehidupannya. Apa yang disimpan itu menjadi sebuah kenangan yang dibawa dalam kehidupan seorang anak manusia. Yusuf mengingat apa yang dialaminya, kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang harus dialami, namun ia memaknainya dengan positif. Yusuf memaknai perjalanan hidupnya sebagai bagian rencana Allah dalam kehidupan Yusuf dan seluruh keluarganya.

Kita berada di penghujung tahun 2020, kita sudah melewati 12 bulan perjalanan kehidupan kita. Apa saja yang terjadi sepanjang kehidupan kita selama 12 bulan ini? 9 bulan terakhir kita bergumul dengan pandemi Covid-19. Ada di antara kita yang kehilangan orang yang dikasihi. Ada yang bahkan sempat bergumul berjuang melawan Covid. Ada yang kehilangan pekerjaan dan terpukul kehidupan ekonominya. Ada yang tanpa sadar stress berkepanjangan karena kebiasaaan-kebiasaan baru yang harus dijalankan, stress karena banyak hal menjadi tidak pasti. Tetapi ada juga yang melalui pandemi ini bahkan pekerjaannya berhasil. Ada banyak kejadian yang kita lalui. Ada banyak rasa yang sudah kita kecap sepanjang tahun. Ada baiknya kita mengambil waktu dan mengingat apa saja yang sudah kita lalui sepanjang tahun 2020. Untuk apa? Supaya kita tidak tergerus oleh waktu dan tidak lagi sadar banyak hal yang sudah kita lalui sepanjang tahun. Supaya pikiran kita tidak hanya didominasi oleh hal-hal buruk dan menyakitkan namun juga mampu meng-kolaborasi setiap pengalaman yang kita alami. Supaya kita juga dapat memberi bingkai dan mewarnai tiap pengalaman yang terjadi, menyenangkan atau tidak menyenangkan, menyakitkan atau tidak menyakitkan, apa pun pengalaman itu kita meletakkan dalam bingkai pemeliharaan Tuhan dan mensyukurinya.

Tahun 2020 bagi GKI Sinwil Jabar, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemeliharaan Tuhan begitu sangat terasa. Di awal pandemi, semangat untuk ikut memberi dan berjuang bersama dinyatakan dalam wujud bersama-sama selaku tubuh Kristus, mengumpulkan dana, membeli dan menyalurkan APD ke rumah sakit – rumah sakit. Bersama-sama kita menjadi berkat dalam keseharian jemaat, saling mendukung agar jemaat-jemaat sekalipun terkena dampak pandemi dapat ikut berbagi dengan masyarakat sekitar. Kita juga berupaya tetap saling mendukung, melihat dan membantu jemaat yang kesulitan karena pandemi. GKI Sinwil Jabar juga menginisiasi sebuah kerja sama lintas agama yaitu GONG agar kasih Tuhan ini mampu menyentuh tidak hanya mereka yang beragama Kristen. Menyentuh hati melihat bagaimana kita secara sadar memilih untuk peduli dan berbagi walaupun keadaan kita sendiripun mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Jemaat-jemaat setempat berupaya mendukung pemberdayaan perekonomian jemaat yang terkena imbas pandemi, dengan membuat katalog usaha jemaat. Katalog Usaha Jemaat yang tadinya hanya di kalangan jemaat masing-masing ditarik dan dijadikan gerakan bersama. Pembinaan untuk memperlengkapi awam yang berbisnis pun diupayakan. Mengajak pengusaha asal GKI juga untuk berbagi ilmu. Sekarang pemberdayaan ekonomi jemaat, terkait Katalog Usaha Jemaat, ada di bawah payung Gerai Kreasi Insani. Terminal Pangan juga merupakan upaya GKI Sinwil Jabar untuk juga membantu perekonomian petani, nelayan dengan memasarkan hasil mereka di lingkup jemaat, yang sekarang ini masih dikoordinasi di GKI Kayu Putih.

Badan Pendidikan milik GKI Sinwil Jabar, yaitu PENABUR di 15 kota, UKRIDA dan Universitas Kristen Maranatha, berupaya terus melalui penyesuaian. Pembelajaran Jarak Jauh tidak menjadi kendala bagaimana ketiga badan pendidikan terus belajar, memperlengkapi guru, siswa dan karyawan untuk optimal dalam kiprah pendidikan di masa pandemi.

Pandemi memang mengubah banyak hal.

Di tengah kehidupan berjemaat, perubahan dari Kebaktian Onsite menjadi Kebaktian Online tentu menjadi tantangan tersendiri. Menyadari hal ini, BPMSW GKI Sinwil Jabar bekerjasama dengan YKB dan RPK menyediakan link kebaktian online agar jemaat yang di awal masih kaget dan gagap dapat tetap memberikan pelayanan kebaktian dan pada akhirnya belajar menyelenggarakan sendiri. Berbagai upaya belajar meningkatkan pelayanan media bagi jemaat terus dilakukan oleh banyak jemaat. Banyak orang mengatakan GKI ketinggalan untuk menggunakan media sebagai salah satu metode. Namun paling tidak kita melihat it is better late than never. Justru saat kita bersama memulainya, antar jemaat bisa saling belajar dan menopang. Binawarga dan Ignite yang juga membantu terus menyediakan pelayanan untuk anak dan pemuda, sehingga di masa pandemi inipun, tidak hanya gereja melakukan secara umum, namun tetap juga menyapa tiap generasi.

GKI Sinwil Jabar juga berupaya tidak melupakan para lansia yang tanpa disadari sangat terkena dampak pandemi. Mereka yang berusia di atas 60 tahun tidak lagi dapat beraktivitas seperti biasa padahal seperti kita ketahui banyak anggota jemaat GKI Sinwil Jabar yang berusia di atas 60 tahun. Bersama dengan klasis-klasis, dengan YPW Hana dengan YGKI, berusaha memberikan pelayanan tidak hanya spiritual namun juga memperlengkapi dengan seminar-seminar kesehatan. Pada akhirnya apa yang dilakukan ini diharapkan dapat dilakukan juga oleh jemaat-jemaat atau klasis setempat. Saat mempersiapkan pelayanan ini, kita dapat melihat bagaimana pelayanan intergenerasional itu terjadi saat pandemi. Saat mereka yang lebih muda, yang lebih terampil dan mengenal tekhnologi justru membantu dan menopang mereka yang tidak terbiasa dan gagap tekhnologi. Banyak hal yang menjadi tantangan dan harus dipelajari agar GKI Sinwil Jabar tetap dapat relevan dalam keberadaan dan pelayanannya.

Persidangan-persidangan termasuk juga persidangan dalam rangka percakapan gerejawi dilakukan dalam bentuk daring. Semua Persidangan baik PMK maupun PMSW, Puji Tuhan, berjalan dengan lancar dan baik. Pada awal Desember, berkat Tuhan juga masih kita rasakan melalui beroperasinya Rumah Sakit UKRIDA yang saat ini beroperasi sebagai Rumah Sakit untuk pasien Covid. Setelah perjalanan panjang, di mana di dalamnya tidak dapat dipungkiri ada kekhawatiran namun ternyata toh just in time Tuhan menjawab seluruh doa dan karya kita bersama. Keberadaan RS UKRIDA nyata di tengah pandemi dan menjadi bukti nyata pula kepedulian dan cinta GKI pada bangsa.

Ternyata melalui pandemi, GKI Sinwil Jabar juga belajar dan merasakan bersama banyak hal. Ada banyak hal yang terjadi, ada kesulitan yang harus kita hadapi dan sampai sekarang kita masih belum menemukan jalan keluar yang pas. Namun dalam perjalanan bersama ini kita belajar melihat betapa anugrah Tuhan nampak dalam keseharian dan Tuhan yang setia di tengah perjalanan kita bersama-sama, di sana sini, memberikan anugrah baik yang sederhana maupun luar biasa. PR yang belum selesai bagi GKI Sinwil Jabar, hal-hal yang belum optimal bahkan hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi dalam kehidupan kita bersama, marilah kita bingkai dalam sebuah ungkapan syukur All is Well. Semua itu menjadi kenangan yang kita bawa dan syukuri dan jangan kita lupakan. Selamat Menyambut Tahun Baru. Tuhan yang memimpin kita sepanjang tahun 2020 juga akan memimpin kita di tahun 2021.