Tahun 2020 membawa banyak cerita. Tak hanya cerita, tetapi juga perubahan pada seluruh aspek kehidupan.  Pandemi Covid-19 yang sudah hampir setahun kita hadapi bersama ini membuat pergumulan, tantangan atau persoalan kehidupan kita semakin besar. Penyebaran virus corona telah mengubah banyak rencana dan situasi kehidupan dunia, termasuk Indonesia, baik dari aspek ekonomi, politik, maupun sosial.

Oleh karena itu, seorang pemikir Kristen yang bernama Max Lucado mengatakan: “We never walk on this road before”, kita sedang berjalan di jalan yang belum pernah kita alami. Kita sedang berada di situasi yang belum pernah bahkan tak terbayangkan atau terencanakan sebelumnya. Kita harus menjalani adaptasi kebiasaan baru yang tidak selalu mudah kita jalani.

Sekarang kita sudah memasuki tahun 2021. Bagaimana perasaan kita memasuki tahun 2021 ini?  Saat merenungkan kembali kehidupan yang sudah kita lewati, manakah yang menjadi fokus kita? Bagian yang negatif, yang membangkitkan keluh kesah? Atau, bagian yang positif, yang membuat hati kita membara dengan pujian dan rasa syukur?

Masa lalu dapat saja mewariskan kesulitan, keburukan, dan pergumulan yang berat pada kita, tetapi masa depan itu ditentukan oleh kesungguhan iman kita untuk tetap melangkah di tengah segala tantangan yang ada bersama dengan Tuhan.

Kita harus ingat bahwa tantangan dan harapan adalah dua sejoli yang tidak dapat dipisahkan. Di dalam setiap tantangan kehidupan yang dihadapi selalu ada harapan. Sebaliknya, pada setiap harapan yang ingin diwujudkan selalu ada tantangan yang menghadang.

Harapan membuat kita menjadi lebih bersemangat atau setidaknya sebuah harapan mencegah kita agar tidak terjerumus masuk ke jurang keputus-asaan. Di dalam hidup ini sebenarnya “Tidak ada situasi tanpa harapan, yang ada adalah mereka yang kehilangan harapan dalam kehidupan mereka.” Jika kita kehilangan harapan maka kita kehilangan hidup kita. Orang yang putus-asa adalah orang yang sudah mati sebelum kematian sesungguhnya datang menjemputnya.

Tantangan kehidupan jika dipandang secara positif akan membuat hidup menjadi menarik untuk dijalani. Pengharapan membuat kita kuat menghadapi tantangan yang ada. Tugas kita bukan sekedar meratapi tantangan atau sekedar berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tugas kita adalah juga berjuang menghadapi tantangan yang ada di dalam kehidupan kita. Kita berjuang karena meyakini bahwa di ujung pergumulan atau tantangan yang harus kita hadapi selalu tersedia berkat Tuhan bagi kita.

Mengenai hal ini kita dapat belajar dari kisah bangsa Israel yang akan menyeberangi sungai Yordan di bawah pimpinan Yosua. Di dalam Yosua 1:2 dikatakan: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”

Mengapa Tuhan memerintahkan orang Israel untuk menyebrang saat itu juga? Bukankah pada saat itu air sungai Yordan sedang meluap (Yosua 3:15)? Menyeberangi sungai Yordan adalah sebuah tantangan yang tidak mudah apalagi ketika airnya sedang meluap. Tuhan memerintahkan orang Israel untuk menyeberang saat itu juga karena tanah perjanjian di seberang sungai Yordan sedang mengalami musim menuai/panen (Yosua 3: 15). Disini kita dapat melihat bahwa di ujung setiap pergumulan atau tantangan kehidupan selalu tersedia berkat Tuhan. Inilah cara Tuhan bekerja. Ia menyediakan berkat-Nya, namun kita harus berjuang untuk mengatasi kesulitan dan pergumulan yang ada, bersamaNya.

Begitu juga halnya ketika Yesus berkata bahwa Tuhan memelihara burung-burung di udara (Matius 6: 26). Tetapi burung-burung di udara itu tidak hanya berdiam diri di sarangnya menunggu apa yang menjadi kebutuhannya datang ke sarangnya. Burung itu harus terbang kesana dan kemari, dari satu pohon ke pohon yang lain, dan menghadapi tantangannya untuk menemukan makanan. Jika burung-burung juga harus berjuang untuk mendapatkan berkat Tuhan maka kitapun demikian.

Refleksi dari dua bagian teks ini mengingatkan kita bahwa kita juga harus berusaha dengan sungguh-sungguh mewujudkan pengharapan kita untuk hari esok yang semakin baik. Kita harus menghadapi setiap tantangan kehidupan yang menghadang kita sambil mengingat bahwa di ujung setiap tantangan atau pergumulan selalu tersedia berkat Tuhan bagi kita. Yang perlu kita lakukan ialah mantap melangkah dengan pengharapan yang teguh menjalani hari kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita, bersamaNya.

Tantangan berat apa yang akan kita hadapi pada tahun 2021 kita semua tidak mengetahuinya. Sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, kita juga tidak tahu pasti. Kita juga tidak mengetahui dengan pasti bagaimana tingkat pertumbuhan ekonomi bangsa kita di tahun 2021 ini: apakah semakin membaik atau malah sebaliknya. Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi di depan kita: apa yang akan terjadi pada kehidupan pribadi kita, apa yang akan terjadi dengan keluarga kita, ataupun gereja kita. Kita semua tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Tetapi ada satu hal yang kita tahu dengan pasti yaitu dengan siapa kita berjalan memasuki hari esok yaitu bersama Tuhan yang beserta kita. Tuhan yang Imanuel.

 

Pergantian tahun bukan sekedar pergantian angka dari 2020 menjadi 2021.Pergantian ini menyimpan begitu banyak pengalaman-pengalaman dari kebaikan Tuhan yang perlu kita ingat untuk memperkuat iman dan langkah kehidupan kita serta memantapkan langkah dan pengharapan kita menuju hari esok. Ungkapan syair lagu “Tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya membimbingku” adalah sebuah pengakuan yang sungguh atas semua penyertaan Tuhan bagi kehidupan kita. Kemantapan langkah dan keteguhan pengharapan kita bersumber dari Tuhan, bukan pada diri kita sendiri.

 

Oleh sebab itu, kita perlu semakin berpegang teguh kepada Tuhan yang kasih setia-Nya tidak pernah berubah. Ibrani 13: 8 menegaskan, “Yesus Kristus tetap sama baik kemarin, maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”Dan dari Yeremia 31:3 kita diteguhkan oleh janji Tuhan yang berkata : “Sejak dahulu Aku selalu mengasihi kamu, dan untuk seterusnya Aku akan tetap menunjukkan bahwa Aku selalu  mengasihi kamu.”

Hidup yang kita jalani adalah sebuah perjalanan menghidupkan kasih Tuhan dalam kehidupan kita. Kita tidak diundang untuk menyebarkan kabar keputus-asaan, tetapi kabar baik yang penuh pengharapan akan pemeliharaan Tuhan.

Di awal tahun ini kita mohon agar Tuhan yang telah memberkati Israel ketika akan memasuki suasana baru masuk ke tanah perjanjian, juga memberkati kita semua, karena ketika “Allah memberkati kita, Ia melindungi kita; ketika Allah menyinari kita dengan wajah-Nya, kita memperoleh kasih karunia, dan ketika Allah memandang kita, damai sejahtera menjadi milik kita!”

Mantapkan langkah, teguhkan pengharapan kita kepadaNya karena Ia adalah Allah yang Imanuel, Allah yang beserta kita.

Selamat menyambut dan menjalani kehidupan di tahun baru, tahun 2021, tahun yang penuh berkat dan pengharapan dari Tuhan.

Author