Senin, 25 September 2021, GKI Sinode Wilayah Jawa Barat mengadakan konven yang bertajuk “Kupas Tuntas Vaksin dan Hoax”, “Sosialisasi RS Ukrida”, dan “Perpindahan Dana Pensiun ke Dana Pensiun Penabur”. Konven hari ini dihadiri oleh sekitar 136 peserta yang terdiri dari Pendeta Emeritus, Pendeta, dan Calon Pendeta.

Pada sesi yang pertama, dr. Samantha menjadi narasumber yang menjelaskan tentang kesalahpahaman kebanyakan orang tentang vaksin covid-19. Pemaparan yang diberikan bertujuan untuk mengedukasi dan mengingatkan kembali tentang pentingnya setiap orang untuk bersedia divaksin.

Penjelasan tentang vaksin covid-19 dirasa masih perlu karena banyak berita bohong yang tersebar di masyarakat sehingga menimbulkan keengganan untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah ini. Para peserta dibekali pengetahuan ini bukan hanya untuk mengedukasi dirinya tetapi juga diharapkan mampu meneruskan informasi yang benar tentang vaksin covid-19. Besar harapan bahwa informasi yang keliru tersebut dapat diluruskan oleh para peserta agar mampu mengajak anggota jemaat untuk terlibat dalam proses vaksinasi yang sedang berlangsung saat ini. dr. Samantha mengajak setiap orang untuk tidak takut divaksin karena hal tersebut akan menolong percepatan pemutusan rantai covid-19 yang tersebar di Indonesia.

Pada sesi yang kedua, dr. Roy menjelaskan tentang keberadaan RS Ukrida sebagai salah satu layanan publik yang mampu menolong banyak orang. Kehadiran RS Ukrida di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penolong bagi setiap orang yang membutuhkan pengobatan yang layak. RS Ukrida dalam kiprahnya terus memberi diri dengan membekali diri melalui alat-alat yang sesuai dengan kebutuhannya. Kelengkapan alat-alat medis yang dimiliki RS Ukrida tidak lepas dari peran gereja-gereja dalam lingkup SW Jabar yang terus memberi dukungannya. Keseriusan RS Ukrida dalam melayani banyak orang menunjukkan komitmen mereka yang ingin mewujudkan slogannya yaitu “memanusiakan manusia”. Besar harapan dari RS Ukrida untuk dapat dikenal lebih baik lagi di tengah masyarakat, hal ini diawali dari keterbukaannya menjadi RS khusus covid dan penyelenggara vaksinasi sebagai salah satu sumbangsih bagi masyarakat.

Dalam percakapan yang terakhir, konven hari ini membahas tentang perpindahan dana pensiun yang semula dipercayakan pada pihak asuransi konvensional beralih ke Dana Pensiun Penabur. Pembicaraan yang dilakukan adalah untuk menjelaskan alasan perpindahan agar para peserta memahami kondisi yang terjadi. Banyak diskusi yang terjadi terkait perpindahan yang dilakukan, tidak sedikit juga masukkan diberikan untuk keberadaan dana pensiun pendeta GKI SW Jabar. Percakapan yang produktif ini mampu mengedukasi para peserta yang belum memahami dana pensiun dan memertanyakan tentang perpindahan yang terjadi.

Konven hari ini memberi banyak pengetahuan bagi para peserta yang mengikutinya, besar harapan bahwa apa yang didengar dapat diteruskan dalam kehidupan bergeraja. Pendeta emeritus, pendeta dan calon pendeta merupakan ujung tombak dalam mengarungi kehidupan bergereja yang masih terus belajar akan banyaknya perubahan dalam kehidupan. Melalui konven hari ini, para peserta nantinya mampu mengimplementasikan percakapan yang ada di tengah jemaat agar informasi yang baik ini dapat diterima dengan baik.

 

Author