Persidangan Ke-79 Majelis Sinode Wilayah GKI Sinwil Jawa Barat telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 September 2021 secara Online dengan media Zoom Meeting. BPMK GKI Klasis Banten menjadi Majelis Klasis Penerima dalam P-79MSW GKI SW Jabar di tahun ini. Persidangan diikuti oleh 200 orang peserta yang meliputi perwakilan BPMK-BPMK GKI SW Jabar, Para Undangan yang terdiri atas Pendeta dan Calon Pendeta, Pelawat dari BPMS GKI, Personalia BPMSW GKI SW Jabar, dan Badan Pelayanan GKI SW Jabar. Adapun tema yang masih digumulkan bersama ialah “TUHAN MENCIPTA, MANUSIA TURUT SERTA” dengan Sub Tema “Menjadi Tubuh Kristus yang Memulihkan di Tengah Tatanan Baru”

 

Dalam Persidangan tersebut, BPMSW GKI SW Jabar menyampaikan tindak Lanjut Pemandum dan KUAP 2021-2023 dengan judul “Menjadi Tubuh Kristus yang Memulihkan di Tengah Tatanan Baru”, terutama Pasca Vaksinasi.

 

Seperti kita ketahui dan rasakan bersama, pandemi Covid 19 belum berakhir. Situasinya terus berubah-ubah secara cepat. Dalam keadaan yang terus berubah ini, gereja mau tidak mau harus terus bertindak secara kontekstual. Untuk itulah, Pemandum dan KUAP yang sudah dibuat harus diletakkan dalam konteks saat ini, yaitu pandemi.

 

Pandemi “memaksa” kita sebagai gereja untuk beralih dari pelayanan onsite ke dalam media online. Dalam situasi itu, pelayanan online atau digital ministry menjadi sebuah keharusan. Digital dalam situasi saat ini tidak dapat dipahami sebatas media, lebih dari itu, digital merupakan konteks yang didalamnya gereja mesti hadir dan eksis, bahkan hidup dan berakar. Keharusan digital ministry bukan tanpa persoalan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa melakukan Digital Ministry tidaklah mudah, terutama menyangkut keterbatasan personil yang mumpuni di bidang multimedia maupun ketersediaan dana untuk penyediaan perangkat digital.  Disinilah kolaborasi menjadi solusi dari keterbatasan SDM dan dana sehingga setiap lingkup dapat bersama-sama mendukung Pemandum dan KUAP 2021-2023.

 

Di era pandami, gereja juga mesti mulai memikirkan bahkan mewujudkan pelayanan-pelayanan intergenerasional, terutama bila pelayanan gereja dilakukan secara online.  Kita semua perlu bekerjasama antar generasi sehingga kebutuhan setiap genarasi dapat terpenuhi dan tersalurkan. Setiap generasi dalam lingkup keluarga perlu berpartisipasi dalam pelayanan intergenerasional. Pelayanan Intergenerasi yang menyapa setiap generasi dalam keluarga diharapkan menjadi sarana menumbuh-kembangkan pemahaman bahwa keluarga adalah juga gereja. Di dalam keluarga sekaligus gereja itulah, masing-masing generasi diperlengkapi agar dapat melaksanakan peran masing-masing dengan baik.

 

Tantangan kita sebagai keluarga sekaligus gereja pada hari-hari mendatang, tentu tidak mudah. Situasi sosial, ekonomi, politik yang terjadi di tengah kehidupan bersama sebagai bangsa, juga berubah-ubah dengan cepat. Krisis ekonomi, sosial, dan politik membayangi kita semua. Untuk itu, sebagai keluarga dan gereja, kita pun berkewajiban mendorong generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

Dalam pemaparan Pemandum dan KUAP 2021-2023, BPMSW GKI SW Jabar berharap pemandum dan KUAP yang dibuat tidak menjadi sesuatu yang bersifat konseptual tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan bersama, baik di lingkup Klasis maupun jemaat.

 

Kita bersyukur pada persidangan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 September 2021 itu, Klasis Jakarta Timur yang diwakil Pdt. Suhud Setyo Wardono dan Klasis Jakarta Selatan yang diwakili Pdt. Verawati Hia menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mengintegrasikan Pemandum dan KUAP dengan program kerja di lingkup Klasis dan Jemaat.

 

GKI Klasis Jakarta Timur dengan semangat “Memelihara dan Memulihkan Kehidupan” selama masa pandemi, telah berupaya mengingatkan umat untuk mentaati peraturan pemerintah serta himbauan dan panduan BPMS mapun BPMSW GKI SW JABAR. Selain itu, melaksanakan pelayanan secara online, seperti Bina Pranikah, Bina Kepemimpinan, maupun Sarasehan. Klasis Jakarta Timur juga bersepakat memotong TJBK sebesar 50% sebagai wujud belarasa terhadap jemaat-jemaat yang mengalami dampak pandemi. Dan dalam rangkat mendukung penanganan Covid 19, jemaat yang memiliki klinik didorong untuk menfasilitasi vaksinasi, donor Plasma konvalesen.

 

Sementara itu, GKI Klasis Jakarta Selatan sejak tahun 2019 berupaya mengintegrasikan Pemandum dan KUAP dalam program kerja di lingkup klasis dan jemaat. Salah satu hal yang dilakukan yaitu dengan menetapkan Garis Besar Pembangunan Klasis yang ditetapkan dua tahun sekali. Sementara itu arahan program dilakukan setiap tahun. Klasis Jakarta Selatan juga berupaya mempersiapkan jemaat dalam menghadapi perubahan dengan melaksanakan pembinaan multimedia sehingga jemaat dapat mengembangkan pelayanan digital masing-masing. Kemudian menyediakan juga bantuan bagi jemaat agar dapat berperan serta dalam penanganan pandemi di tengah masyarakat. Untuk pembinaan penatua, Klasis Jakarta Selatan juga melakukan perubahan kurikulum dengan harapan para penatua menjadi lebih berdaya guna dalam pelayanan di jemaat atau lingkup yang lebih luas.

 

Tentu setiap Klasis di lingkup GKI SW Jabar terus berupaya mengimplementasikan Pemandum dan KUAP agar langkah kita bersama makin bersederap, khususnya di tengah pandemi dan di tengah perubahan situasi yang berlangsung dengan cepat. Dan yang terpenting, sebagai Tubuh Kristus, kita dapat saling memulihkan di tengah tatanan yang baru ini.