Pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 diselenggarakan Persidangan ke-70 Majelis Klasis GKI Klasis Bandung dalam rangka percakapan gerejawi Pnt. Agus Gunawan di GKI Jl. Kebonjati 100 Bandung. Persidangan dilakukan secara hibrid, baik luring (onsite) maupun daring (online).

Persidangan dimulai dengan Kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Daud Solichin. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pdt. Jotje Hanri Karuh mewakili panitia penyelenggara P-70 MK GKI Klasis Bandung yaitu GKI Kebonjati. Dalam sambutannya, Pdt. Jotje menandaskan dukungan GKI Kebonjati bagi Pnt. Agus Gunawan sebagai calon pendeta yang diproyeksikan menjadi pendeta sekolah di BPK Penabur. Kemudian persidangan dilanjutkan dengan lima sidang pleno dan ditutup dengan Kebaktian penutup yang dipimpin oleh Pdt. Astrida Kardina dari GKI Cimahi.

Pnt. Agus Gunawan telah diteguhkan sebagai penatua di GKI Kebonjati sejak 3 November 2019. Setelah menjalani Tahap Orientasi sebagai calon pendeta, Pnt. Agus harus menempuh percakapan gerejawi sebagai tahapan berikutnya untuk menjadi seorang pendeta GKI. Dalam percakapan ini, calon pendeta menyajikan dua makalah yakni makalah topik ajaran GKI dan Tata Gereja GKI untuk dipresentasikan dan dipercakapkan dengan metode tanya-jawab.

Makalah topik ajaran GKI yang disajikan Pnt. Agus berjudul “Mengakarkan PKBN2K* ke dalam Inti Pendidikan Kristiani di BPK Penabur (Studi Kasus BPK Penabur Bandung)” yang dibimbing oleh Pdt. Yohanes Bambang Mulyono. Dalam makalahnya, Pnt. Agus menyimpulkan bahwa dibutuhkan sebuah paradigma baru yang melihat PKBN2K sebagai sebuah perjalanan spiritualitas bersama dan bukan hanya terfokus bagi peserta didik. Selain itu, Pnt. Agus juga merefleksikan beberapa aspek teologis seperti: Kristus sebagai Sang Firman yang menjadi manusia sebagai sumber untuk menghayati karya kreativitas yang terus menerus (creatio continua); Hidup di dalam anugerah Allah sebagai motivasi untuk terus belajar; nilai-nilai kekristenan sebagai nilai yang berpusat pada Kristus untuk menghayati kata “unggul”; Aspek perikhoresis dari Allah Trinitas sebagai undangan untuk menjalin relasi dalam komunitas termasuk di dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, makalah topik Tata Gereja GKI yang disusun Pnt. Agus berjudul “Penggembalaan sebagai Upaya Memfasilitasi Terjadinya Perjumpaan antara Sang Gembala Agung dengan Yang Digembalakan: Konsep dan Strategi” yang dibimbing oleh Pdt. Ronny Nathanael. Dalam makalah ini, Pnt. Agus menyoroti paradigma yang keliru dalam memahami penggembalaan khusus yang identik dengan penghukuman, padahal penggembalaan merupakan pelayanan yang dilakukan dengan kasih terhadap anggota dan/atau pejabat gerejawi untuk mendukung, membimbing, menegur, menyembuhkan dan mendamaikan. Lantas, Pnt. Agus merekomendasikan beberapa strategi untuk mengatasi hal tersebut, antara lain: Meningkatkan kompetensi para pendeta dan penatua dalam melakukan penggembalaan; Memastikan relasi tetap terjalin baik kendati proses penggembalaan dilakukan, sehingga tidak menimbulkan luka baru; Penanganan kasus penggembalaan secara bersama dengan melibatkan anggota jemaat yang kompeten di bidangnya; Melakukan pembinaan jemaat terkait topik penggembalaan dan pengampunan.

Persidangan berjalan dengan baik dan lancar. Pada persidangan ini, Pnt. Agus Gunawan dinyatakan layak untuk ditahbiskan menjadi pendeta GKI.

 

*PKBN2K merupakan singkatan dari Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kristiani

Author