Kehidupan manusia saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak tantangan yang dihadapi mulai dari perubahan iklim, pandemi, dan masalah ekonomi. Realita yang sedang terjadi ini mampu menimbulkan pertanyaan dalam setiap benak manusia “apakah ini akhir dari zaman?”. Bahkan salah satu orang terkaya di dunia Elon Musk pernah menyatakan untuk tinggal di Mars sebagai solusi dari fenomena yang sedang dialami manusia. Pernyataan ini bukan muncul secara tiba-tiba melainkan melalui riset yang ia lihat bahwa Bumi sedang mengalami krisis sehingga tidak dapat ditinggali lagi oleh manusia. Senada dengan yang dinyatakan Elon Musk, ada beberapa film yang menyatakan bahwa manusia dapat meninggalkan Bumi dan tinggal di planet lain. Pandangan ini mampu memengaruhi setiap orang yang menerima dan mencoba mengaitkan dengan konsep akhir zaman di dalam Alkitab.  Konsep akhir zaman dalam Alkitab menjadi sarana setiap orang untuk menerka-nerka tantangan yang sedang dialami saat ini; yaitu ujung dari keberadaan manusia di Bumi.

Gereja dalam kiprahnya sebagai perwujudan misi Tuhan di dunia perlu menyikapi pemikiran tentang fenomena saat ini merupakan akhir dari zaman.  Sikap yang perlu diambil dalam menanggapi pemikiran yang berkembang ini ialah mengajak setiap orang Kristen untuk memikirkan kembali teks-teks yang dicatat dalam Alkitab tentang akhir zaman. Alkitab mencatat beberapa pernyataan tentang akhir zaman, yaitu dalam kitab Daniel, kitab Wahyu, dan kitab Injil. Teks yang menggambarkan tentang akhir zaman sering disebut dengan karya Sastra Apokaliptik. Kisah dalam Sastra Apokaliptik memang menarik untuk dibahas karena menggambarkan akhir dari zaman, namun jika diamati setiap pembaca tidak akan menemukan kepastian dari tulisan ini. Alkitab tidak secara spesifik menjelaskan akhir dari kehidupan manusia di Bumi yang telah Tuhan anugerahkan ini. Di sisi lain, pembaca dapat menemukan sebuah penguatan untuk menjalani kehidupan saat ini untuk bertahan dan merawat segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan.

Injil Markus 13 :1-13 menerangkan sebuah pengajaran tentang akhir zaman yang ingin diketahui oleh para murid. Tuhan Yesus Kristus mengajak para murid untuk tidak terjebak pada kehidupan di depan yang masih menjadi misteri. Ia memberikan sebuah realita yang mesti dihadapi oleh umat manusia yaitu pengajar palsu, peperangan, fenomena alam, dan masalah kemanusiaan. Problematika kehidupan inilah yang perlu dihadapi oleh orang-orang percaya dari masa ke masa. Tuhan menginginkan setiap orang mampu terlibat sebagai duta kasih yang bertahan dengan setia untuk merawat kehidupan yang telah diberikan. Dalam pengajarannya Tuhan tidak sedang memberi batas waktu bagi manusia  di Bumi, tetapi mengajak manusia untuk terus terlibat dalam setiap fenomena yang terjadi di tengah kehidupan.

Pemikiran bahwa manusia perlu terlibat aktif di tengah dunia, mampu meminimalisir anggapan bahwa Bumi perlu ditinggalkan. Manusia diajak untuk terus terlibat dalam merawat kehidupan dan bertahan di tengah tantangan yang terjadi. Setiap tantangan yang ada dapat menjadi sarana bagi manusia untuk benar-benar terjun dan menyatakan kasih Tuhan di tengah kehidupan. Seperti yang telah Tuhan ajarkan bahwa realita ini tidak dapat dihindari, melainkan dihadapi dengan penuh keyakinan, IA senantiasa terus menyertai langkah kita.

Gereja dapat menerapkan pemikiran bahwa manusia perlu terlibat aktif dalam setiap tantangan zaman, dengan mengajak anggota jemaatnya untuk merawat kehidupan sekarang. Penerapan tersebut dapat diawali dengan menjaga prokes dengan baik, merawat Bumi dengan menggunakan barang-barang ramah lingkungan, dan meningkatkan kepedulian bagi orang-orang yang mengalami ketimpangan sosial. Dengan sikap ini, kita sebagai umat Tuhan dimampukan untuk tetap hidup sampai kedatangan Tuhan kembali ke dunia.

Author